468x60 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >

10 AIR TERJUN TERINDAH DI DUNIA

0 komentar

Air terjun adalah sebuah penampakan alam yang mempunyai daya tarik tersendiri, penampang air yang disertai dengan tupahan air dari atas yang kadang bisa menimbulkan pancaran sinar matahari menjadi seperti pelangi membuat air terjun menjadi ikon alam romantis. Di dunia ini banyak terdapat air terjun yang memilik keindahan alam yang sangat mengagumkan, namun menurut situs Listphobia, ada 10 airterjun yang dianggap sebagai 10 air terjun terindah di dunia.

Berikut adalah daftar 10 air terjun terindah di dunia :


10.
Steinsdalsfossen waterfallhttp://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut7.jpg

9. McWay Fallshttp://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut2.jpg

8. Alamere Fallshttp://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut3.jpg

7. Burney Fallshttp://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut4.jpg
6. Baatara Gorge Waterfallhttp://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut5.png

5. Beaver Falls
http://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut6.jpg

4. High Force
http://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut8.png
3. Fulmer Falls
http://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut9.jpg

2. Si
lverthread Falls

http://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut10.png

1. Umpang Thee Lor Sue Waterfall

http://listphobia.com/wp-content/uploads/011210_1620_10MostBeaut1.jpg

SEJARAH PKI DI INDONESIA

0 komentar

PKI ( Partai Komunis Indonesia )
Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda [1]
Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars.
Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia.
Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdeka".
Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk sebuah dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun.
ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia.

Pembentukan Partai Komunis

Pada awalnya PKI adalah gerakan yang berasimilasi ke dalam Sarekat Islam. Keadaan yang semakin parah dimana ada perselisihan antara para anggotanya, terutama di Semarang dan Yogyakarta membuat Sarekat Islam melaksanakan disiplin partai. Yakni melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan indonesia. Keputusan tersebut tentu saja membuat para anggota yang beraliran komunis kesal dan keluar dari partai dan membentuk partai baru yang disebut ISDV. Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia. Semaoen diangkat sebagai ketua partai.
PKH adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada 1920.
Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

 Pemberontakan 1926

Pada November 1926 PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di Jawa Barat dan Sumatra Barat. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua [2]. Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah.
Rencana pemberontakan itu sendiri sudah dirancang sejak lama. Yakni di dalam perundingan rahasia aktivis PKI di Prambanan. Rencana itu ditolak tegas oleh Tan Malaka, salah satu tokoh utama PKI yang mempunyai banyak massa terutama di Sumatra. Penolakan tersebut membuat Tan Malaka di cap sebagai pengikut Leon Trotsky yang juga sebagai tokoh sentral perjuangan Revolusi Rusia. Walau begitu, beberapa aksi PKI justru terjadi setelah pemberontakan di Jawa terjadi. Semisal Pemberontakan Silungkang di Sumatra.
Pada masa awal pelarangan ini, PKI berusaha untuk tidak menonjolkan diri, terutama karena banyak dari pemimpinnya yang dipenjarakan. Pada 1935 pemimpin PKI Moeso kembali dari pembuangan di Moskwa, Uni Soviet, untuk menata kembali PKI dalam gerakannya di bawh tanah. Namun Moeso hanya tinggal sebentar di Indonesia. Kini PKI bergerak dalam berbagai front, seperti misalnya Gerindo dan serikat-serikat buruh. Di Belanda, PKI mulai bergerak di antara mahasiswa-mahasiswa Indonesia di kalangan organisasi nasionalis, Perhimpoenan Indonesia , yang tak lama kemudian berada di dalam kontrol PKI [3].

 Peristiwa Madiun 1948

Pada 8 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948 pihak Republik Indonesia dan pendudukan Belanda melakukan perundingan yang dikenal sebagai Perundingan Renville. Hasil kesepakatan perundingan Renville dianggap menguntungkan posisi Belanda. Sebaliknya,RI menjadi pihak yang dirugikan dengan semakin sempit wilayah yang dimiliki.Oleh karena itu, kabinet Amir Syarifuddin diaggap merugikan bangsa, kabinet tersebut dijatuhkan pada 23 Januari 1948. Ia terpaksa menyerahkan mandatnya kepada presiden dan digantikan kabinet Hatta.
Selanjutnya Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada 28 Juni 1948. Kelompok politik ini berusaha menempatkan diri sebagai oposisi terhadap pemerintahan dibawah kabinet Hatta. FDR bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) merencanakan suatu perebutan kekuasaan.
Beberapa aksi yang dijalankan kelompok ini diantaranya dengan melancarkan propaganda antipemerintah, mengadakan demonstrasi-demonstrasi, pemogokan, menculik dan membunuh lawan-lawan politik, serta menggerakkan kerusuhan dibeberapa tempat.
Sejalan dengan peristiwa itu, datanglah Muso seorang tokoh komunis yang sejak lama berada di Moskow, Uni Soviet. Ia menggabungkan diri dengan Amir Syarifuddin untuk menentang pemerintah, bahkan ia berhasil mengambil alih pucuk pimpinan PKI. Setelah itu, ia dan kawan-kawannya meningkatkan aksi teror, mengadu domba kesatuan-kesatuan TNI dan menjelek-jelekan kepemimpinan Soekarno-Hatta. Puncak aksi PKI adalah pemberotakan terhadap RI pada 18 September 1948 di Madiun, Jawa Timur. Tujuan pemberontakan itu adalah meruntuhkan negara RI dan menggantinya dengan negara komunis. Dalam aksi ini beberapa pejabat, perwira TNI, pimpinan partai, alim ulama dan rakyat yang dianggap musuh dibunuh dengan kejam. Tindakan kekejaman ini membuat rakyat marah dan mengutuk PKI. Tokoh-tokoh pejuang dan pasukan TNI memang sedang menghadapi Belanda, tetapi pemerintah RI mampu bertindak cepat. Panglima Besar Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan pemberontakan PKI. Pada 30 September 1948, Madiun dapat diduduki kembali oleh TNI dan polisi. Dalam operasi ini Muso berhasil ditembak mati sedangkan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Bangkit kembali

Pada 1950, PKI memulai kembali kegiatan penerbitannya, dengan organ-organ utamanya yaitu Harian Rakjat dan Bintang Merah. Pada 1950-an, PKI mengambil posisi sebagai partai nasionalis di bawah pimpinan D.N. Aidit, dan mendukung kebijakan-kebijakan anti kolonialis dan anti Barat yang diambil oleh Presiden Soekarno. Aidit dan kelompok di sekitarnya, termasuk pemimpin-pemimpin muda seperti Sudisman, Lukman, Njoto dan Sakirman, menguasai pimpinan partai pada 1951. Pada saat itu, tak satupun di antara mereka yang berusia lebih dari 30 tahun. Di bawah Aidit, PKI berkembang dengan sangat cepat, dari sekitar 3.000-5.000 anggota pada 1950, menjadi 165 000 pada 1954 dan bahkan 1,5 juta pada 1959 [4]
Pada Agustus 1951, PKI memimpin serangkaian pemogokan militan, yang diikuti oleh tindakan-tindakan tegas terhadap PKI di Medan dan Jakarta. Akibatnya, para pemimpin PKI kembali bergerak di bawah tanah untuk sementara waktu.

 Pemilu 1955

Pada Pemilu 1955, PKI menempati tempat ke empat dengan 16% dari keseluruhan suara. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Konstituante.
Pada Juli 1957, kantor PKI di Jakarta diserang dengan granat. Pada bulan yang sama PKI memperoleh banyak kemajuan dalam pemilihan-pemilihan di beberapa kota. Pada September 1957, Masjumi secara terbuka menuntut supaya PKI dilarang [5].
Pada 3 Desember 1957, serikat-serikat buruh yang pada umumnya berada di bawah pengaruh PKI, mulai menguasai perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penguasaan ini merintis nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh asing. Perjuangan melawan para kapitalis asing memberikan PKI kesempatan untuk menampilkan diri sebagai sebuah partai nasional.
Pada Februari 1958 terjadi sebuah upaya koreksi terhadap kebijakan Sukarno yang mulai condong ke timur di kalangan militer dan politik sayap kanan. Mereka juga menuntut agar pemerintah pusat konsisten dalam melaksanakan UUDS 1950, selain itu pembagian hasil bumi yang tidak merata antara pusar dan daerah menjadi pemicu. Gerakan yang berbasis di Sumatera dan Sulawesi, mengumumkan pada 15 Februari 1958 telah terbentuk Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan yang disebut revolusioner ini segera menangkapi ribuan kader PKI di wilayah-wilayah yang berada di bawah kontrol mereka. PKI mendukung upaya-upaya Soekarno untuk memadamkan gerakan ini, termasuk pemberlakuan Undang-Undang Darurat. Gerakan ini pada akhirnya berhasil dipadamkan.
Pada 1959, militer berusaha menghalangi diselenggarakannya kongres PKI. Namun demikian, kongres ini berlangsung sesuai dengan jadwal dan Presiden Soekarno sendiri memberi angin pada komunis dalam sambutannya. Pada 1960, Soekarno melancarkan slogan Nasakom yang merupakan singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Dengan demikian peranan PKI sebagai mitra dalam politik Soekarno dilembagakan. PKI membalasnya dengan menanggapi konsep Nasakom secara positif, dan melihatnya sebagai sebuah front bersatu yang multi-kelas.

Ketika gagasan tentang Malaysia berkembang, PKI maupun Partai Komunis Malaya menolaknya.
Dengan berkembangnya dukungan dan keanggotaan yang mencapai 3 juta orang pada 1965, PKI menjadi partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. Partai itu mempunyai basis yang kuat dalam sejumlah organisasi massa, seperti SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) dan Himpunan Sardjana Indonesia (HSI). Menurut perkiraan seluruh anggota partai dan organisasi-organisasi yang berada di bawah payungnya mungkin mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia.
Pada Maret 1962, PKI bergabung dengan pemerintah. Para pemimpin PKI, Aidit dan Njoto, diangkat menjadi menteri penasihat. Pada bulan April 1962, PKI menyelenggarakan kongres partainya. Pada 1963, pemerintah Malaysia, Indonesia dan Filipina terlibat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan sebuah Konfederasi Maphilindo, sebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Filipina, Diosdado Macapagal. PKI menolak gagasan pembentukan Maphilindo dan federasi Malaysia. Para anggota PKI yang militan menyeberang masuk ke Malaysia dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan-pasukan Inggris dan Australia. Sebagian kelompok berhasil mencapai Malaysia lalu bergabung dalam perjuangan di sana. Namun demikian kebanyakan dari mereka ditangkap begitu tiba.

Salah satu hal yang sangat aneh yang dilakukan PKI adalah dengan diusulkannya Angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh dan petani, kemungkinan besar PKI ingin mempunyai semacam militer partai seperti Partai Komunis Cina dan Nazi dengan SS nya. Hal inilah yang membuat TNI AD merasa khawatir takut adanya penyelewengan senjata yang dilakukan PKI dengan "tentaranya".

 GERAKAN 30 SEPTEMBER
Alasan utama tercetusnya peristiwa G30S disebabkan sebagai suatu upaya pada melawan apa yang disebut "rencana Dewan Jenderal hendak melakukan coup d‘etat terhadap Presiden Sukarno“.[April 2010]
Aktivitas PKI dirasakan oleh kalangan politik, beberapa bulan menjelang Peristiwa G30S, makin agresif. Meski pun tidak langsung menyerang Bung Karno, tapi serangan yang sangat kasar misalnya terhadap apa yang disebut "kapitalis birokrat“[April 2010] terutama yang bercokol di perusahaan-perusahaan negara, pelaksanaan UU Pokok Agraria yang tidak menepati waktunya sehingga melahirkan "Aksi Sepihak“ dan istilah "7 setan desa“[April 2010], serta serangan-serangan terhadap pelaksanaan Demokrasi Terpimpin yang dianggap hanya bertitik berat kepada "kepemimpinan“-nya dan mengabaikan "demokrasi“-nya[April 2010], adalah pertanda meningkatnya rasa superioritas PKI[April 2010], sesuai dengan statementnya yang menganggap bahwa secara politik, PKI merasa telah berdominasi.[April 2010] Anggapan bahwa partai ini berdominasi,pada akhirnya tidak lebih dari satu ilusi.[April 2010]
Ada pun Gerakan 30 September 1965, secara politik dikendalikan oleh sebuah Dewan Militer yang diketuai oleh D.N. Aidit dengan wakilnya Kamaruzzaman (Syam), bermarkas di rumah sersan (U) Suyatno di komplek perumahan AURI, di Pangkalan Udara Halim. Sedang operasi militer dipimpin oleh kolonel A. Latief sebagai komandan SENKO (Sentral Komando) yang bermarkas di Pangkalan Udara Halim dengan kegiatan operasi dikendalikan dari gedung PENAS (Pemetaan Nasional), yang juga instansi AURI dan dari Tugu MONAS (Monumen Nasional). Sedang pimpinan gerakan, adalah Letkol. Untung Samsuri.
Menurut keterangan, sejak dicetuskannya gerakan itu, Dewan Militer PKI mengambil alih semua wewenang Politbiro, sehingga instruksi politik yang dianggap sah, hanyalah yang bersumber dari Dewan Militer. Tapi setelah nampak bahwa gerakan akan mengalami kegagalan, karena mekanisme pengorganisasiannya tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka dewan ini tidak berfungsi lagi. Apa yang dikerjakan ialah bagaimana mencari jalan menyelamatkan diri masing-masing. Aidit dengan bantuan AURI, terbang ke Yogyakarta, sedang Syam segera menghilang dan tak bisa ditemui oleh teman-temannya yang memerlukan instruksi mengenai gerakan selanjutnya.
Antara kebenaran dan manipulasi sejarah. Dalam konflik penafsiran dan kontroversi narasi atas Peristiwa 30 September 1965 dan peranan PKI, klaim kebenaran bagaikan pendulum yang berayun dari kiri ke kanan dan sebaliknya, sehingga membingungkan masyarakat, terutama generasi baru yang masanya jauh sesudah peristiwa terjadi. Tetapi perbedaan versi kebenaran terjadi sejak awal segera setelah terjadinya peristiwa.
Di tingkat internasional, Kantor Berita RRC (Republik Rakyat Cina), Xinhua, memberikan versi bahwa Peristiwa 30 September 1965 adalah masalah internal Angkatan Darat Indonesia yang kemudian diprovokasikan oleh dinas intelijen Barat sebagai upaya percobaan kudeta oleh PKI.[April 2010]
Presiden Soekarno pun berkali-kali melakukan pembelaan bahwa PKI tidak terlibat dalam peristiwa sebagai partai melainkan karena adanya sejumlah tokoh partai yang keblinger dan terpancing oleh insinuasi Barat, lalu melakukan tindakan-tindakan, dan karena itu Soekarno tidak akan membubarkan PKI. Kemudian, pimpinan dan sejumlah perwira Angkatan Darat memberi versi keterlibatan PKI sepenuhnya, dalam penculikan dan pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira pertama AD pada tengah malam 30 September menuju dinihari 1 Oktober 1965. Versi ini segera diterima secara umum sesuai fakta kasat mata yang terhidang dan ditopang pengalaman buruk bersama PKI dalam kehidupan sosial dan politik pada tahun-tahun terakhir. Hanya saja harus diakui bahwa sejumlah perwira penerangan telah menambahkan dramatisasi artifisial terhadap kekejaman, melebihi peristiwa sesungguhnya (in factum). Penculikan dan kemudian pembunuhan para jenderal menurut fakta memang sudah kejam, tetapi dramatisasi dengan pemaparan yang hiperbolis dalam penyajian, telah memberikan efek mengerikan melampaui batas yang mampu dibayangkan semula. Dan akhirnya, mengundang pembalasan yang juga tiada taranya dalam penumpasan berdarah antar manusia di Indonesia.
Setelah berakhirnya masa kekuasaan formal Soeharto, muncul kesempatan untuk menelaah bagian-bagian sejarah –khususnya mengenai Peristiwa 30 September 1965 dan PKI yang dianggap kontroversial atau mengandung ketidakbenaran. Kesempatan itu memang kemudian digunakan dengan baik, bukan saja oleh para sejarawan dalam batas kompetensi kesejarahan, tetapi juga oleh mereka yang pernah terlibat dengan peristiwa atau terlibat keanggotaan PKI. Bila sebelum ini penulisan versi penguasa sebelum reformasi banyak dikecam karena di sana sini mengandung unsur manipulasi sejarah, ternyata pada sisi sebaliknya di sebagian kalangan muncul pula kecenderungan manipulatif yang sama yang bertujuan untuk memberi posisi baru dalam sejarah bagi PKI, yakni sebagai korban politik semata. Pendulum sejarah kali ini diayunkan terlalu jauh ke kiri, setelah pada masa sebelumnya diayunkan terlalu jauh ke kanan.
Terdapat sejumlah nuansa berbeda yang harus bisa dipisahkan satu sama lain dengan cermat dan arif, dalam menghadapi masalah keterlibatan PKI pada peristiwa-peristiwa politik sekitar 1965. Bahwa sejumlah tokoh utama PKI terlibat dalam Gerakan 30 September 1965 dan kemudian melahirkan Peristiwa 30 September 1965 –suatu peristiwa di mana enam jenderal dan satu perwira pertama Angkatan Darat diculik dan dibunuh– sudah merupakan fakta yang tak terbantahkan. Bahwa ada usaha merebut kekuasaan dengan pembentukan Dewan Revolusi yang telah mengeluarkan sejumlah pengumuman tentang pengambilalihan kekuasaan, kasat mata, ada dokumen-dokumennya. Bahwa ada lika-liku politik dalam rangka pertarungan kekuasaan sebagai latar belakang, itu adalah soal lain yang memang perlu lebih diperjelas duduk masalah sebenarnya, dari waktu ke waktu, untuk lebih mendekati kebenaran sesungguhnya. Proses mendekati kebenaran tak boleh dihentikan. Bahwa dalam proses sosiologis berikutnya, akibat dorongan konflik politik maupun konflik sosial yang tercipta terutama dalam kurun waktu Nasakom 1959-1965, terjadi malapetaka berupa pembunuhan massal dalam perspektif pembalasan dengan anggota-anggota PKI terutama sebagai korban, pun merupakan fakta sejarah. Ekses telah dibalas dengan ekses, gejala diperangi dengan gejala.

IPA

0 komentar

Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.
Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.
Ciri utama bioteknologi:
1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian
Gbr. Kegunaan Bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia
Perkembangan bioteknologi :
1.
Era bioteknologi generasi pertama Þ bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.
Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.

2.
Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.
Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos

3.
Era bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.
Contoh:
produksi antibiotik dan hormon

4.
Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru.

Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal

Top 10 Games of 2012

0 komentar

#10: Aion
In 2012, Aion will be closing in on its third birthday, so why is it that I think it’ll be rounding out the top ten? I’m going to go out on a limb right now and say that it really could be any number of games from the crop here in 2009 that could fill this spot, but in my opinion, Aion has the best chance.
Aion is a game designed to appeal to number of different player types: PvP, RvR, PvE, RP and others. Then, you’ve got the fact that NCsoft North America needs Aion to be a success on this side of the world. This first major launch since the cancellation of the company’s previous flagship title, Tabula Rasa, has a lot riding on its shoulders and NCsoft didn’t gain a reputation as one of the premiere publishers on this side of the world by letting opportunities pass them by in a pinch.
The real reason that I put Aion on the top of the heap though is probably the fact that it has the advantage of being a rare imported game that was designed with our market in mind. So often, Western games are marred by buggy launches that take at least a few patches to work out, losing at least some players in the process. Then, after some time has gone by we see news that the same game has launched in an Eastern market or two, more polished and more completed than it was for us. With Aion, the roles are reversed and lessons can be learned on players from another market. Maybe that’s just the shot in the arm this game needs to gain the kind of popularity that will see it on the Top 10 charts in 2012.
#9: A Superhero Based Game (DC, Marvel, or Champions)
You know what. I like the view from up here on the fence, thank you very much. With three next generation titles from experienced, successful studios about to ratchet up the men-in-tights wars, there’s just a good chance that one of them is going to take off. Which one really has the winning formula though, remains to be seen.
First, you’ve got Champions Online from Cryptic Studios, the people that pioneered MMOs with tights and capes, making a name for themselves with what might very well be the singular most impressive character creation system in the history of the genre.
Next, you’ve got DC Universe. With the star power of classic heroes like Superman and Batman, the ability to play both good and evil characters and an interesting action-based combat system DC Universe could have some serious staying power.
Then there’s the Marvel-based game from the folks at Gazillion, which we know nothing about. By the time 2012 rolls around, Marvel Online (if it’s launched) could be the new kid on the block, presumably sleeker, faster and certainly newer option of the three.
#8: World of Darkness
When CCP announced that they had merged with pen and paper mainstay White Wolf back in 2006, it was a foregone conclusion that the product of the unholy union between Vikings and Vampires would be a horror based MMORPG making use of White Wolf’s World of Darkness IP.
Since the announcement, the merged company has been tight-lipped about the upcoming project, which has left MMO watchers to speculate over everything from the design decisions surrounding the game to when it might see the light of day.
Documents found back at the beginning of the year place the game’s launch in 2010, but I’m going to go out on a limb and project a date closer to mid to late 2011. CCP had devoted a good deal of its staff to EVE Online and it’s unclear how production is progressing. So, with a late 2011 launch date, the game is perfectly situated to be among the top ten games of 2012.
Still, launch date alone doesn’t guarantee any game a spot at the top, more justification is needed. In that spirit I offer the idea that the popularity of the gothic horror genre is once again on the rise. Combine that with a rich and interesting IP that already has so many gaming fans worldwide and it’s enough to get anyone’s interest going. Add to that the thought that, being an MMO made by a company that got famous on the back of an open world sandbox MMO, World of Darkness Online is a prime candidate to please the old school sandbox crowd, and you’ve got a game not only to watch, but that will certainly be on the rise in 2012.
#7: EVE Online
When I put EVE Online on my list of games with potential, I caught a lot of flack for it. How could a game that was already six years old have any potential in it? Now that I’m granting the space-based “sci-fi simulation” MMO a spot on my top ten games of 2012, I expect more of the same, but I stand by my decision.
Over its six year life span, EVE Online has been impressive in its growth, not only in subscriber numbers (it’s one of the very few MMOs to show an upward subscriber trend over time), but also in the scope of the game and what it has added over time: new tech, factional warfare, a complete and impressive graphical overhaul, wormholes, just as recent examples.
The developers of EVE have said that their original intent was, as stated above, to create a live and interactive sci-fi simulator. Ships, combat and trading were just the building blocks for a much larger concept whose next step is the long promised Walking in Stations project that will, assuming it’s been completed by 2012 (and that’s no guarantee based on how long fans have already been waiting), dramatically expand the game. By 2012, it’s even possible that the developers will have expanded into planetary exploration and / or other necessities of a full-blown sci-fi game and if they do that, they may very well have created an MMO that actually has something for everyone. Why wouldn’t it be a contender in another three years?
#6: All Points Bulletin
I know that some of you out there are going to say that we’ve been giving too much attention to the upcoming game from the folks at Realtime Worlds that promises to be the, at least, spiritual MMO successor to the phenomenally popular Grand Theft Auto franchise, but I think we’ve been spot on in seeing this game’s potential.
This time though, APB has made my list not because of the possibilities that exist in an open world GTA-esque MMORPG, though those possibilities are impressive. Instead, it’s the possibilities of medium that could see this game enjoy real success into 2012. Specifically, I’m referring to the game’s potential to launch successfully not only for the PC, but also for the Xbox 360.
I’ve said it before and I’ll say it again: The first MMO that really performs at a high level on a console will ensure its success for years to come. There’s a whole new world out there kid, and if you think MMO companies aren’t salivating looking at the numbers associated with Xbox and its XBL program the you’ve been drinking the PC Kool-Aid.
The style of game is already familiar to Xbox fans who are used to jumping into GTA multiplayer and has been designed to rely on VOIP, not keyboards. Traditional MMOs require a bit too much input to be translated effectively. Action games are much more suited to that big white controller.
#5: Star Trek Online
Like Gene Roddenberry, who came up with the whole Star Trek franchise in the first place, I have hope for the future. Right now, there’s a lot of controversy surrounding STO, which stems from the fact that no one has played it yet. While some are quick to jump on the “this is going to fail” bandwagon, I am more optimistic. I’m of the opinion that in order to fail with the Star Trek franchise, the developers behind it have to be in some way incompetent. Star Trek is so huge, with the bar being set so low by a slew of poor video game adaptations of the universe that any halfway decent Trek game should have a fighting chance.
Given that, no matter how you might feel about recent business model decisions, the team over at Cryptic Studios isn’t incompetent. Quite the opposite, in fact. While some in the MMO community might disagree with some of the baseline design decisions on the game, Star Trek fans will enjoy the opportunity to explore strange, new worlds and civilizations, interact with new and old friends and shoot down some Klingons.

#4: Final Fantasy XIV
When I was doing my “Top Ten Games with Potential” column, I thought that I was going to be hunted down and killed with an impossibly large sword for leaving this game off of my list. It wasn’t that I didn’t feel that the upcoming addition to the Final Fantasy saga was a game with potential, but it wasn’t as deep on my radar as it is now.
Having seen the public reaction to a recent flood of information about the game and the enthusiastic response with which it was met, hope for this game’s future is high. Enthusiastic pre-launch fans though aren’t enough to push a game up this list. After all, hype is just an indication of potential players. It’s up to the developers to make sure that the game has long term playability.
So, in choosing Final Fantasy XIV’s place on the charts in 2012, it really came down to three things: The excitement of the game’s fans as mentioned above, the franchise and the developers.
The Final Fantasy franchise speaks for itself. It’s spawned fourteen sequels and a number of movies. Over the years, it’s become one of those franchises that, whenever a new incarnation is released, people will play. Square Enix has sold well over 80 million units from its Final Fantasy franchise and let’s not forget that even six years after its initial launch, the game’s predecessor still has a strong and loyal following of fans and was, quietly, one of the most successful MMOs ever made. Why wouldn’t a new Final Fantasy be among the top ranks of 2012?
#3: Star Wars: The Old Republic
Star Wars: The Old Republic is this year’s golden child. Player and media expectations for this game are through the roof, so it really shouldn’t come as a direct shock to anyone that I feel like the game is going to have some serious staying power, climbing all the way to the number three spot in 2012.
If the game releases as expected in October 2010, that gives it just a trickle over a year in existence to bound its way up to the number three position. By 2012 the game will be past its wobbly-kneed beginnings and should be on a solid run with an expansion or two under its belt. Being familiar with just what Bioware is able to accomplish in its work with RPGs, I have the utmost confidence that The Old Republic will deliver the personal, story-based experience that is supposed to run through MMORPGs.
Throw in Bioware’s experience, EA’s market muscle and the ever-popular Star Wars IP, and this is a game that might just be harder to screw up than launch successfully.
#2: Guild Wars 2
Details are few and far between on what a follow up to the massively popular Guild Wars series will actually be. No launch date has been officially set for this sequel, but an educated guess puts it out in 2011 or 2012.
The original Guild Wars franchise made a name for itself by providing a product that was designed and marketed differently from their competition. They proved that the subscription wasn’t the only possible avenue for an MMORPG and in doing so gained a remarkable following.
When Guild Wars 2 launches, look for its rise to be similar to that of its predecessor as it takes the number two slot in the top games of 2012 contest.
#1: World of Warcraft
I know that there are those of you out there who were hoping for something, anything; else to top this chart and to be honest I would have liked that too. For so many years now WoW has been the king of the MMO castle and for some, especially those who are looking for a change, the idea that WoW will still be standing tall even three years down the road from here is a tough pill to swallow.
So, as justification, I’ll ask those of you out there who wanted something else the same question that I asked myself. “Is there any legitimate or realistic reason to believe that WoW won’t still be the number one MMO on the market in 2012?”
Unfortunately, answers like: It’s too grindy, it’s too easy, the graphics are getting older, it’s a hand-holding linear experience, etc. etc. etc. just don’t hold water. Obviously these factors haven’t significantly slowed the game down up until now, and there’s no reason to believe that three years are going to change much.
World of Warcraft will still be a behemoth in 2012, and it says here that it will still be the biggest and most popular game on the market. Maybe Guild Wars 2 or Star Wars will be able to surpass it, but the smart money remains on the guys at Blizzard.

Latar Belakang Internet

0 komentar

Cikal bakal dari Internet adalah ARPANET, sebuah jaringan eksperimen milik pemerintah Amerika Serikat berbasis komunikasi data paket yang didirikan di tahun 1969. Tujuannya untuk menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama memanfaatkan sarana kompuer seperti disk space, data base dan lain-lain. Kegiatan ini disponsori oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, bersama lembaga yang dinamakan Advanced Research Projects Agency (ARPA) . Diawal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antaar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Di tahun 1986 lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika. Pada bulan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Pada saat ini Internet terdiri atas lebih dari 15.000 jaringan yang mengelilingi dunia (70 negara di 7 benua). Sekitar 25 juta orang dapat saling mengirimkan pesan melalui Internet dan jaringan-jaringan lain terhubung dengannya. Pemakaiannya sudah bukan murni untuk riset saja, tetapi mencakup kegiatan sosial, komersial (melalui jaringan antar komersial bernama CIX), budaya dan lain-lain. 

FASILITAS YANG TERDAPAT PADA INTERNET
Seluruh komputer yang terhubung dalam Internet saling berkomunikasi menggunakan protokol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol), yang dikembangkan oleh DARPA. Tiga fasilitas/aplikasi utama dari TCP/IP adalah : 

Electronic Mail/Email/Messaging

    Electronic mail atau surat elektronik adalah fasilitas yang paling sering digunakan di Internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau sekelompok orang lain yang juga terdaftar di Internet .

Remote Login

    Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi di komputer lain. Misalnya seorang mahasiswa di universitas A dapat menjalankan aplikasi komputer yang terdapat di universitas B tanpa harus datang ke kampus universitas B apabila komputer di universitas A dan B saling berhubungan menggunakan TCP/IP.

File Transfer

    Fasilitas ini memungkinkan terjadinya pengiriman file dari satu komputer ke komputer lain. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video maupun suara yang terekam secara digital.  Pelayanan yang terdapat dalam Internet didasarkan pada tiga fasilitas di atas. Berbagai komputer yang tergabung dalam Internet akan menyalurkan surat-surat elektronik yang dikirimkan oleh para pemakainya, beberapa memberikan program/aplikasi komputer untuk dipakai bersama (misalnya Archie : Program pencarian arsip/dokumen, Gopher : Sistem menu untuk memudahkan pencarian informasi di Internet, WAIS(wide Area Information Servers, game interaktif dan lain-lain), dan banyak yang menyediakan file untuk di transfer seperti informasi cuaca, harga komoditas pertanian, program-program komputer, abstrak dokumen, berita-berita mancanegara dan lain-lain. Untuk mengetahui topik-topik apa saja yang tersedia, beberapa perusahaan telah menerbitkan Internet Yellow Pages, yang berfungsi seperti Buku telepon.

0 komentar

Lima Game PC Terbaik Sepanjang Masa

Setidaknya ada lima game terbaik skala dunia dalam dua dekade terakhir. Ingin tahu?

Rabu, 29 September 2010, 18:13 WIB
Muhammad Chandrataruna
Screenshot game Mafia II (InformationWeek.com)
VIVAnews - Dengan ceklak-ceklik mouse, seorang gamer bisa "terlempar" ke dunia impian yang futuristik, pertempuran nyata, bahkan sampai ke dunia virtual yang sarat kejahatan-kejahatan terorganisasi.

Itulah game. Bagi segelintir pekerja, game menjadi pelarian kala suntuk dan penat di sela rutinitas sehari-hari. Meski tak pernah disandingkan dengan jajaran konsol game, seperti Nintendo dan Sony, game PC selalu mendapat tempat tersendiri di kalangan gamer.

Ada beberapa game yang berhasil menarik perhatian dunia, bahkan sukses menoreh rekor sebagai game terlaris berdasarkan hitungan kopi yang tersebar. Berikut lima game PC terbaik sepanjang masa yang dipilih Information Week:

5. Mafia II
Pengembang: Illusion Softworks
Screenshot game Mafia II
Salah satu game terbaik di dunia untuk kategori third-person shooter, atau mengambil sudut pandang orang ketiga. Sempat menjadi sorotan karena game ini menceritakan secara nyata tentang kehidupan seorang mafia yang berkeliaran di Amerika Serikat di era 1940-an.

Game yang diterbitkan oleh 2K Games, label game dari Take-Two Interactives, membawa Anda ke dunia kejahatan terorganisasi virtual. Mafia II adalah sekuel game Mafia, yang sukses terjual dua juta kopi. Di dalamnya Anda diminta untuk menyelesaikan misi yang diwarnai dengan tembak-menembak, aksi kejar-kejaran mobil, sampai mencuri dokumen penting di gedung pemerintahan.

4. Half-Life
Pengembang: Valve Corp.
Screenshot game Counter Strike
Anda pasti tahu Counter-Strike atau CS. Betul, CS adalah bagian dari Half-Life, game taktik di kategori first-person shooter (mengambil sudut pandang orang pertama). Popularitasnya tak perlu dipertanyakan. Lebih dari 50 penghargaan Game of the Year dari berbagai ajang direbutnya.

Tak hanya itu, beberapa kali game ini selalu bertengger sebagai game terbaik di beberapa website selama berbulan-bulan. Half-Life menjadi game pertama yang sukses mengombinasikan pertarungan dua kubu, counter-terrorist dan terrorist, dengan skenario sarat teka-teki dan penuh strategi.

3. Call of Duty
Pengembang: Activision
Screenshot game Call of Duty
Call of Duty merupakan game first-person shooter di era perang dunia kedua. Muncul pertama kali pada 2003 dan terus meluas ke global. Kini game ini semakin populer bahkan di Indonesia. Tak cuma di PC, game itu juga laris di koridor konsol.

Kabarnya, Activision saat ini sedang mempersiapkan Call of Duty: Modern Warfare 3, versi kedelapan Call of Duty, dan akan dirilis pada 2011. Yang terdekat, Activision akan merilis Call of Duty: Black Ops pada November 2010. Tunggu saja kejutan baru dari Activision.

2. World of Warcraft (WoW)
Pengembang: Blizzard
World of Warcraft
Sulit dipungkiri jika Warcraft memang game terbaik di kategori Massive Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG). Sejak diluncurkan pada 1994, Warcraft terus merangkak populer ke seluruh dunia.

Di dalamnya, gamer disuguhkan sebagai peran yang bisa dieksplorasi, diajak bertualang, dan mencari sumber daya yang bisa digunakan untuk bertahan hidup sekaligus berperang. Ribuan orang dapat bermain di game ini. Mereka dapat berinteraksi langsung di satu dunia. Masing-masing gamer dapat memilih untuk beraliansi dengan siapa dan bermusuhan dengan siapa.

1. The Sims
Pengembang: Electronic Arts (EA)
Screenshot game The Sims
Dikembangkan oleh Maxis dan diterbitkan oleh EA, The Sims melejit cepat di dunia game. Dalam waktu sebulan, game ini mencatat penjualan fantastis, yaitu 6,3 juta kopi! Tak heran, The Sims bisa dibilang game ringan nan santai, sehingga bisa dimainkan di berbagai tingkat usia.

Dalam simulasi permainannya, pemain menciptakan masyarakat yang saling berinteraksi sosial. Masyarakat itu tumbuh dari anak-anak hingga dewasa. Persis seperti kehidupan nyata. Anda seolah-olah diberikan kuasa untuk membuat dunia impian Anda selama ini. Bravo!